Kesimpulan dan pendapat tentang layanan telematika

Minggu, 02 Desember 2012
Menurut saya, layanan telematika itu sangat bermanfaat khususnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk pemberantasan kemiksinan dan kesenjangan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Yang akan membantu kehidupan bangsa untuk kedepannya.

Kesimpulan:

 Pesatnya kemajuan teknologi telekomunikasi, media, dan informatika atau disingkat sebagai teknologi
telematika serta meluasnya perkembangan infrastruktur informasi global telah merubah pola dan cara kegiatan bisnis dilaksanakan di industri, perdagangan, dan pemerintah. Perkembanganilmu pengetahuan dan masyarakat informasi telah menjadi paradigma global yang dominan. Kemampuan untuk terlibat secara efektif dalam revolusi jaringan informasi akan menentukan masa depan kesejahteraan bangsa.

Minggu 3

Layanan - Layanan Telematika



Layanan Telematika


Berdasarkan Instruksi Pesiden Republik Indonesia (Inpres) nomor 6 tahun 2001. Pesatnya
kemajuan teknologi telekomunikasi, media, dan informatika atau disingkat sebagai teknologi
telematika serta meluasnya perkembangan infrastruktur informasi global telah merubah pola dan cara kegiatan bisnis dilaksanakan di industri, perdagangan, dan pemerintah. Perkembanganilmu pengetahuan dan masyarakat informasi telah menjadi paradigma global yang dominan. Kemampuan untuk terlibat secara efektif dalam revolusi jaringan informasi akan menentukan masa depan kesejahteraan bangsa.

A. Layanan Telematika dibidang Informasi

Penggunaan teknologi telematika dan aliran informasi harus selalu ditujukan untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk pemberantasan kemiksinan dan kesenjangan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, teknologi telematika juga harus diarahkan untuk menjembatani kesenjangan politik dan budaya serta meningkatkan
keharmonisan di kalangan masyarakat Wartel dan Warnet memainkan peranan penting dalam masyarakat. Warung Telekomunikasi dan Warung Internet ini secara berkelanjutan memperluas jangkauan pelayanan telepon dan internet, baik di daerah kota maupun desa, bagi pelanggan yang tidak memiliki akses sendiri di tempat tinggal atau di tempat kerjanya. Oleh karena itu langkah-langkah lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan jangkauan dan kandungan informasi pelayanan publik, memperluas pelayanan kesehatan dan pendidikan, mengembangkan sentra-sentra pelayanan masyarakat perkotaan dan pedesaan, serta menyediakan layanan “e-commerce” bagi usaha kecil dan menengah, sangat diperlukan. Dengan demikian akan terbentuk Balai-balai Informasi. Untuk melayani lokasi- lokasi yang tidak terjangkau oleh masyarakat.

B. Layanan Telematika di bidang Keamanan

Layanan telemaatika juga dimanfaatkan pada sektor– sektor keamanan seperti yang sudah dijalankan oleh Polda Jatim yang memanfaatkan TI dalam rangka meningkatkan pelayanan keamanan terhadap masyarakat. Kira-kira sejak 2007 lalu, membuka layanan pengaduan atau laporan dari masyarakat melalui SMS dengan kode akses 1120. Selain itu juga telahdilaksanakan sistem online untuk pelayanan di bidang Lalu Lintas. Polda Jatim memiliki websitedi http://www.jatim.polri.go.id, untuk bisa melayani masyarakat melalui internet. Hingga kini masih terus dikembangkan agar dapat secara maksimal melayani masyarakat. Bahkan Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polda Jatim sudah banyak memanfaatkan fasilitas website ini
dan sangat bermanfaat dalam menangani kasus-kasus yang sedang terjadi dan lebih mudah dalam memantau setiap perkembangan kasus atau laporan, baik laporan dari masyarakat maupun laporan internal untuk Polda Jatim sendiri. Bukan hanya penanganan kasus kejahatan semata, tapi juga termasuk laporan terkait lalu lintas, intelijen, tindak pidana ringan (tipiring) di
masyarakat, pengamanan untuk pemilu, termasuk laporan bencana alam. Masyarakat juga bisa
menyampaikan uneg-uneg atau opini mengenai perilaku dan layanan dari aparat kepolisian
melalui email atau website . Semoga saja daerah– daerah lainnya yang tersebar diseluruh
Indonesia dapat memanfaatkan teknologi telematika seperti halnya Polda Jatim agar terciptanya negara Indonesia yang aman serta disiplin. Indonesia perlu menciptakan suatu lingkungan legislasi dan peraturan perundang-undangan.Upaya ini mencakup perumusan produk-produk hukum baru di bidang telematika (cyber law) yang mengatur keabsahan dokumen elektronik, tanda tangan digital, pembayaran secara elektronik, otoritas sertifikasi, kerahasiaan, dan keamanan pemakai layanan pemakai layanan jaringan informasi. Di samping itu, diperlukan pula penyesuaian berbagai peraturan perundang-undangan yang telah ada, seperti mengatur HKI, perpajakan dan bea cukai, persaingan usaha, perlindungan konsumen, tindakan pidana, dan penyelesaian sengketa. Pembaruan perauran perundang-udangan tersebut dibutuhkan untuk memberikan arah yang jelas, transparan, objektif, tidak diskriminatif, proporsional, fleksibel, serta selaras dengan dunia internasional dan tidak bias pada teknologi tertentu. Pembaruan itu juga diperlukan untuk membentuk ketahanan dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman dan kejahatan baru yang timbul sejalan dengan perkembangan telematika.

C. Layanan Context Aware dan Event-Based

Di dalam ilmu komputer menyatakan bahwa perangkat komputer memiliki kepekaan dan dapat
bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya berdasarkan informasi dan aturan-aturan tertentu yang tersimpan di dalam perangkat. Gagasan inilah yang diperkenalkan oleh Schilit pada tahun 1994 dengan istilah context-awareness. Context-awareness adalah kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Sebagai contoh : ketika seorang user sedang mengadakan rapat, maka context-aware mobile phone yang dimiliki user akan langsung menyimpulkan bahwa user sedang mengadakan rapat dan akan menolak seluruh panggilan telepon yang tidak penting. Dan untuk saat ini, konteks location awareness dan activity recognition yang merupakan bagian dari context-awareness menjadi pembahasan utama di bidang penelitian ilmu komputer.

Tiga hal yang menjadi perhatian sistem context-aware menurut Albrecht Schmidt, yaitu:

1. The acquisition of context.
Hal ini berkaitan dengan pemilihan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks
yang diinginkan, sebagai contoh : pemilihan konteks lokasi, dengan penggunaan suatu
sensor lokasi tertentu (misalnya: GPS) untuk melihat situasi atau posisi suatu lokasi
tersebut.

2. The abstraction and understanding of context.
Pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi
nyata, bagaimana informasi yang dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan
kinerja aplikasi, dan bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam
suatu konteks.

3. Application behaviour based on the recognized context.
Terakhir, dua hal yang paling penting adalah bagaimana pengguna dapat memahami
sistem dan tingkah lakunya yang sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta
bagaimana caranya memberikan kontrol penuh kepada pengguna terhadap sistem.

D. Layanan Perbaikan Sumber


Layanan perbaikan sumber yang dimaksud adalah layanan perbaikan dalam sumber daya manusia (SDM). SDM telematika adalah orang yang melakukan aktivitas yang berhubungan dengan telekomunikasi, media, dan informatika sebagai pengelola, pengembang, pendidik, dan pengguna di lingkungan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat pada umumnya.
Konsep pengembangan sumber daya manusia di bidang telematika ditujukan untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan pendayagunaan SDM telematika dengan tujuan untuk mengatasi kesenjangan digital, kesenjangan informasi dan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan optimal.
Kebutuhan akan SDM dapat dilihat dari bidang ekonomi dan bidang politik, yaitu :
Dilihat dari bidang ekonomi
Pengembangan telematika ditujukan untuk peningkatan kapasitas ekonomi, berupa peningkatan kapasitas industry produk barang dan jasa.
Dilihat dari bidang politik
Bagaimana telematika memberikan kontribusi pada pelayanan public sehingga menghasilkan dukungan politik.
Dari kedua bidang tersebut diatas kebutuhan terhadap telematika akan dilihat dari dua aspek, yaitu :
1. Pengembangan peningkatan kapasitas industry.
2. Pengembangan layanan publik.
Sasaran utama dalam upaya pengembangan SDM telematika yaitu sebagai berikut :
a. Peningkatan kinerja layanan public yang memberikan akses yang luas terhadap peningkatan kecerdasan masyarakat, pengembangan demokrasi dan transparasi sebagai katalisator pembangaunan.
b. Literasi masyarakat di bidang teknologi telematika yang terutama ditujukan kepada old generator dan today generation sebagai peningkatan, dikemukakan oleh Tapscott.

Minggu 2

Minggu, 07 Oktober 2012
ARSITEKTUR CLIENT DARI SISI CLIENT

Sisi klien teknologi berarti bahwa itu dioperasikan oleh klien dalam hubungan client server dalam jaringan komputer.Sebuah aplikasi komputer (web browser) adalah sebuah program klien yang berjalan pada komputer lokal dan terhubung ke server. Operasi mungkin dilakukan sisi klien karena mereka memerlukan akses ke informasi atau fungsi yang tersedia pada klien tetapi tidak pada server. Pengguna melakukan operasi tanpa mengirim data melalui jaringan; itu tidak begitu memakan waktu dan berisiko daripada dilakukan di server.Web browser modern dapat meminta dan menerima data menggunakan HTTP (HyperText Transfer Protocol) dan FTP (File Transfer Protocol) protokol. Pengguna dapat memilih sejumlah program klien atau menulis server sendiri, klien, dan protokol komunikasi, yang hanya dapat digunakan bersama-sama.Seperti sisi klien pemrograman seperti Javascript dapat digunakan untuk menjalankan pemeriksaan pada nilai-nilai bentuk dan mengirim peringatan ke browser pengguna. Kerugian dari sisi klien teknologi adalah batas kontrol dan sistem operasi serta web browser masalah.Program yang tidak mengirim atau menerima data melalui jaringan tidak klien, sehingga operasi program tersebut tidak sisi klien operasi.Server-side operasi dilakukan oleh server dalam hubungan dengan klien dalam jaringan komputer. Server-side teknologi melakukan operasi pengolahan dan penyimpanan data dari client ke server, yang dapat dilihat oleh sekelompok klien.Server adalah sebuah program perangkat lunak (web server), untuk server jauh, bahwa komputer lokal dapat meraih tujuan yang berbeda. Dalam hal ini komputer lokal menuntut akses ke informasi atau fungsi pada server untuk melakukan operasi.Klien-sisi pemrograman pada komputer klien memiliki beberapa keunggulan seperti risiko keamanan yang lebih sedikit. Masih pemrograman sisi server lebih aman dan lebih disukai oleh kebanyakan programmer. Server-sisi pemrograman menawarkan lebih banyak kemungkinan untuk bahasa dari sisi klien.Ajax adalah contoh yang baik dari teknologi yang menggunakan kedua script sisi klien dan server-side scripting. Ajax bertindak seperti script sisi klien yang memanggil script sisi server. Ini adalah teknologi baru mencoba dan layak yang akan menghemat waktu dan upaya.


SISI SERVER
Karakteristik server side programming :
1. Ada client yang meminta request
2. Eksekusi program dilakukan di server
3. Mengirimkan hasil ke client
Cara kerja Server side :
jika kita melakukan interaksi dengan halaman web maka browser akan mengirimkan perintah ke server,  kemudian server akan merespon dan melaukan perintah yang diberi kemudian server akan mengirimkan kembali data/ perintah dari  browser, dan browser akan menampilkan data/ perintah tersebut.
Keuntungan server side programming :
Cross platform : tidak tergantung dengan browser tertentu
1. Optimasi danpemeliharaan dilakukan di browser
2. Dapat mengakses database dan tidak tergantung dengan keamanan
3. Menambah kekuatan server
4. Kode program aman

Aplikasi yang sering digunakan oleh server side programming
1. Search engines
2. Database access
3. Chat & bulletin board service
Dalam pembuatan web teknologi server side dibutuhkan server seperti xampp, wam, iis dan lain sebagainya. Contoh teknologi server side :
Asp
Php
Jsp
Phyton,dll
Kelebihan dan kekurangan dari Server side programmingadalah :
Kelebihan Server-Side-Scripting
1. data lebih aman
2. Susah untuk ditiru karena script di jalankan di server
3. Dari segi keamanan lebih menjamin dibandingkan dengan Client-Side-Scripting
Kekurangan Server-Side-Scripting
1. Memerlukan Server khusus untuk menjalankannya
2. Menambah beban kerja server
3. Agak lambat jika dibandingkan dengan Client-Side-Scripting karena script di terjemahkan di server kemudian tampilan di load di client
ARSITEKTUR CLIENT SIDE DAN SERVER SIDE
 Arsitektur merupakan sekumpulan dari sistem sirkuit, chip, bus untuk ekspansi slot, BIOS dan lain sebagainya. Dalam arsikektur terdapat tiga elemen utama yaitu :
  • Arsitektur sistem pemrosesan, yaitu suatu standart teknis untuk menentukkan hardware, lingkungan sistem operasi, dan software aplikasi.
  • Arsitektur telekomunikasi dan jaringan, digunakan untuk menentukan fasilitas dalam komunikasi perusahaan, yang dilalui oleh informasi.
  • Arsitektur data yaitu berfungsi untuk menentukan organisasi data untuk tujuan referensi silang dan penyesuaian ulang, serta untuk penciptaan sumber informasi yang dapat diakses oleh aplikasi bisnis dalam lingkup luas.
Dalam Arsitektur Telematika terdiri atas dua Arsitektur yaitu :
1. Arsitektur Server Side
Server atau sering disebut juga back-end akan menerima pesan dari client, yang diproses dan hasilnya akan dikembalikan kepada client. Contoh dari tugas server melayani permintaan client kemudian memberikan jawaban atas data yang diminta oleh client, server dapat juga berkolaborasi dengan server lain untuk melayani permintaan client.
2. Arsitektur Client Side
Front-end atau client akan menerima hasil pemrosesan data yang dilakukan oleh server kemudian ditampilkan kepada user pada sebuah aplikasi yang dapat berinteraksi langsung dengan user. Client akan bekerja setelah mendapat instruksi dari server kemudian data akan diproses oleh server yang kemudian akan diberikan kepada client. Client berinteraksi langsung dengan user menggunakan user interface seperti Graphical User Interface (GUI).

Minggu 1

DEFINISI TELEMATIKA


Telematika adalah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:
  • Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
  • Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
  • Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).

PERKEMBANGAN TELEMATIKA SAMPAI SAAT INI

Di era sekarang yang serba membutuhkan waktu yang cepat untuk menyelesaikan suatu kepentingan, tidak dapat dipungkiri teknologi informasi sangat dibutuhkan untuk menunjang dan membantu pekerjaan manusia sehari hari. Termasuk untuk membantu pembuatan paper ini. Teknologi informasi sangat berhubungan dengan perkembangan teknologi alat komunikasi yang ada sekarang. Dapat dilihat dari makin maraknya produk-produk alat komunikasi seperti handphone, laptop, iPad, iPhone, dll. Dan yang paling terbaru adalah produk dari Apple yang menggunakan touchsystem yang lebih memudahkan penggunanya dalam pengaplikasian program didalamnya. Dan kini telah menjadi tren di masyarakat, berlomba-lomba bisa memiliki produk tersebut.
Dari semua macam produk teknologi informasi diatas, sebenarnya apa pengertian dari teknologi informasi itu sendiri? Teknologi informasi adalah teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data, dengan berbagai cara pada teknologi tersebut untuk menghasilkan data informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat, dan tepat waktu. Indonesia juga tidak terlepas dari perkembangan teknologi informasi, tetapi perkembangan teknologi tersebut tidak langsung masuk ke Indonesia. Terdapat tiga periode perkembangan teknologi informasi di Indonesia yang terjadi dari awal tahun 70an sampai sekarang.
Periode pertama yaitu periode rintisan. Yang terjadi pada tahun 1970-1980an. Yang diawali dengan munculnya mailinglist (milis) yang dirintis oleh Jhony Moningka dan Jos Lukuhay. Mereka yang mengawali perkembangan perangkat “pesan” berbasis “unix”, “ethernet” pada tahun 1983. Menjelang akhir tahun 1980-an tercatat beberapa BBS, seperti Aditya (Ron Prayitno), BEMONET (Berita Modem Network), JCS (Jakarta Computer Society – Jim Fligo) dan lain-lain
Periode selanjutnya periode pengenalan yanf berlangsung hampir 1 dasawarsa atau sekitas 10 tahun pada tahun 1990an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mengenalnya. Jaringan radio amatir pun mulai berkembang dari yang di daerah maupun yang jangkauannya sudah mencapai luar negeri
Periode yang sampai sekarang masih berjalan adalah periode aplikasi. Saat ini pemerintah Indonesia serius menanggapi perkembangan telematika dalam bentuk kebijakan pengembangan yang sifatnya formal “top-down” direalisasikan dengan keputusan Presiden No. 50 Tahun 2000 tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI), khususnya terkait dengan pengaturan dan pelaksanaan mengenai berbagai bidang usaha yang bergerak di sektor telematika, diatur oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (Dirjen Aptel) yang berkedudukan berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia. Selanjutnya teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Bukan hanya dimiliki oleh hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia, fungsi yang ditawarkan terbilang canggih. Muatannya antara 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televisi dan teleconference melalui 3G. Begitu juga dengan teknologi komputer yang kini hadir dalam skala Tera (1,000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet wireless access point yang bisa diakses secara gratis.
Dengan berbagai macam fasilitas yang diberikan oleh teknologi informasi ini, tentu akan menimbulkan dampak positif juga dampak negatif yang kita temui nantinya.
Dimulai dengan dampak positifnya yaitu:
1.    Dengan adanya sarana teknologi informasi ini, masyarakat Indonesia tidak akan ketinggalan informasi dalam negeri maupun luar negeri secara akurat dan cepat.
2.    Dengan memperoleh informasi dengan cepat, baik informasi yang baru ataupun yang sudah berlalu bisa didapat secara akurat dan tepat.
3.    Memudahkan berkomunikasi jarak jauh, seperti video call atau teleconference dari berbagai tempat yang letaknya jauh.
Dampak negatif yang terjadi dari teknologi informasi yaitu:
1.    Secara bebas semua orang bisa mengakses internet dan memanfaatkan fasilitas untuk hal-hal yang tidak baik, contonya situs-situs yang tidak layak dilihat.
2.    Sekarang ini berkembang masalah cybercrime atau kejahatan dunia maya. Dan telah banyak orang yang tertipu dan mengalami kerugian oleh ulah-ulah orang yang tidak bertanggungjawab.
3.    Munculnya hacker yang mengakibatkan banyak server yang dibobol dan merusak jaringan server tersebut sehingga mengalami kerugian karena ulah hacker tersebut.

Perkembangan teknologi informasi yang saya gunakan sekarang sudah banyak mulai dari penggunaan aplikasi jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Yahoo, Gmail, dan yang lainnya. Tidak hanya jejaring sosial, blog dan e-learning juga sudah saya gunakan untuk menunjang kegiatan saya di perkuliahan ini. Hanya saja teknologi informasi tersebut tidak terlalu sejalan dengan teknologi alat komunikasi yang saya miliki. Walupun masih banyak kendala, namun diakui dengan adanya perkembangan teknologi informasi ini, saya sangat terbantu dalam mengerjakan tugas dan hal lain dalam kegiatan saya sehari-hari.
Masih sangat disayangkan, masyarakat sekarang ini sangat minim dalam penggunaan aplikasi dari teknologi informasi yang ada sekarang. Rata-rata para pelajar kisaran SMP-SMA hanya menggunakan jejaring sosial untuk ajang “mengeksiskan diri” mereka. Padahal masih banyak aplikasi lain yang bermanfaat dan dapat membantu mereka dalam kegiatan belajar mereka.

TREN DAN MASA DEPAN TELEMATIKA

Teknologi informasi sudah takkan bisa lepas dari kehidupan manusia saat ini. 
Segala bidang keidupan telah diisi dengan teknologi. Dari kemajuan-kemajuan teknologi yang ada menghasilkan inovasi-inovasi baru yang dihasilkan sangat membantu meringankan tugas manusia dalam segala bidang.
Jarak yang dahulu menjadi penghalang untuk berkomunikasi, sekarang sudah tak menjadi halangan. Berbagai informasi dapat diakses dengan mudah sekaligus cepat. Setiap perkembangan dapat diikuti dimanapun berada. Istilah "jarak sudah mati" atau "distance is dead" makin lama makin nyata kebenarannya. Zaman informasi menyebabkan jagad ini menjadi suatu "dusun semesta" atau "global village"
Zaman informasi yang sudah berkembang sedemikian rupa seperti sekarang ini, hanya mungkin dengan adanya dukungan teknologi. Teknologi inilah yang menyampaikan beragam dan banyak informasi. Teknologi telematika (selama beberapa dasawarsa ini) telah berkembang sehingga mampu menyampaikan (mentransfer) sejumlah besar informasi.
Namun apakah semua orang tahu apakah telematika itu?
Jawabnya pasti tak semua orang tahu apa itu telematika. Untuk itu melalui tulisan ini, penulis maparkan tentang apa itu telematika, bagaimana ia di masa lalu, peranannya di masa kini, dan bagaimanakah telematika di masa yang akan datang.

Pertumbuhan fenomenal dlm dua bidang Telecom (mobile) dan Datacom (Internet) mengarah ke konvergensi dari dua area ini :
1. Internet-like services ingin diimplementasika pd mobile service 
- Higher speed mobile network (2.5G, 3G) diperlukan.
2. Internet Protocol (IP) memp. peran strategis dlm pengembangan dan implementasi jaringan telekomunikasi (All IP-based core network). 

Sistem kedepan harus memp. Karaktersitik sbb:
- All IP based core network
- Multi-access interoperability
- Menawarkan macam-macam teknologi akses ke terminal user dlm suatu arsitektur seamless network
- Multi-mode terminal
- Teknolgi akses berbeda terintegrasi dlm suatu platform common yg fleksibel dan expandable (software radio)
- Horizontal (intra-system) dan vertical (inter-system) handover



KUTIPAN

Selasa, 24 April 2012

1.          Definisi Kutipan
          Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.

1.1  Jenis Kutipan
1. Kutipan langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap  kata demi kata, kalimat demi kalimat dari sumber teks asli.
2. Kutipan tak langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil inti sarinya saja.
3. Kutipan pada catatan kaki.
4. Kutipan atas ucapan lisan.
5. Kutipan dalam kutipan.
6. Kutipan langsung dalam materi.

1.2 Fungsi Kutipan
1. Landasan teori
2. Penguat pendapat orang lain3.
3. Penjelasan suatu uraian
4. Bahan bukti untuk menunjang pendapat itu.

2.       Jenis dan Cara Mengutip
          Penulisan dan pencantuman kutipan dengan pola Harvard ditandai dengan menuliskan nama belakang pengarang, tahun terbit, dan halaman buku yang dikutip di awal atau di akhir kutipan. Data lengkap sumber yang dikutip itu dicantumkan pada daftar pustaka. Ada dua cara dalam mengutip, yakni langsung dan tidak langsung. Kutipan langsung adalah mengutip sesuai dengan sumber aslinya, artinya kalimat-kalimat tidak ada yang diubah. Disebut kutipan tidak langsung jika mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumber aslinya, namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumber tersebut.


2.1     Kutipan langsung
1. yang tidak lebih dari empat baris :
- kutipan diintegrasikan dengan teks
- jarak antar baris kutipan dua spasi
- kutipan diapit dengan tanda kutip
- sudah kutipan selesai, langsung di belakang yang dikutip dalam tanda kurung ditulis sumber darimana kutipan itu diambil, dengan menulis nama singkat atau nama keluarga pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat kutipan itu diambil.

2. Yang lebih dari empat baris :
- kutipan dipisahkan dari teks sejarak tiga spasi
- jarak antar kutipan satu spasi
- kutipandimasukkan 5-7 ketukan, sesuai dengan alinea teks pengarang atau pengutip. Bila kutipan dimulai dengan alinea baru, maka baris pertama
kutipan dimasukkan lagi 5-7 ketukan.
- kutipan diapit oleh tanda kutip atau diapit tanda kutip.
- di belakang kutipan diberi sumber kutipan (seperti pada 1)

2.1.1 Contoh Kutipan langsung
Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara (Keraf, 1983: 3).
( Contoh kutipan Langsung 1# )
Menurut Gorys Keraf dalam bukunya Argumentasi dan Narasi (1983:3), argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara. ( Contoh kutipan Langsung 2# )
Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara 1. ( Contoh kutipan Langsung 3# )

2.2     Kutipan tak langsung
1. kutipan diintegrasikan dengan teks
2. jarak antar baris kutipan spasi rangkap
3. kutipan tidak diapit tanda kutip
4. sesudah selesai diberi sumber kutipan


2.21   Contoh Kutipan tak langsung
Seperti dikatakan oleh Gorys Keraf (1983:3) bahwa argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis. ( Contoh kutipan Tidak Langsung 1# )

Argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis (Keraf, 1983:3). ( Contoh kutipan Tidak Langsung 2# )

Argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis1). ( Contoh kutipan  Tidak Langsung 3# )

2.3     Kutipan pada catatan kaki

Kutipan selalu ditempatkan pada spasi rapat, meskipun kutipan itu singkat
saja. Kutipan diberi tanda kutip, dikutip seperti dalam teks asli.

2.4     Kutipan atas ucapan lisan

Kutipan harus dilegalisir dulu oleh pembicara atau sekretarisnya (bila
pembicara seorang pejabat). Dapat dimasukkan ke dalam teks sebagai
kutipan langsung atau kutipan tidak langsung.

2.5     Kutipan dalam kutipan

Kadang-kadang terjadi bahwa dalam kutipan terdapat lagi kutipan.



2.6     Kutipan langsung dalam materi

Kutipan langsung dimulai dengan materi kutipan hinggga
perhentian terdekat, (dapat berupa koma, titik koma, atau titik)
disusul dengan sisipan penjelas siapa yang berbicara. 

NAMA KELOMPOK : 
                                    1. MUHAMMAD AKBAR        (12109860)
       2.  SESVI OCKTA MARINA  (15109611)
       3. TRI DHARMAWAN            (11109409)


SALAH NALAR

Rabu, 07 Maret 2012
1.   Salah nalar (fallacy)
ialah gagasan, perkiraan atau simpulan yang keliru atau sesat. Pada salah nalar kita tidak mengikuti tata cara pemikiran dengan tepat. Telaah atas kesalahan itu membantu kita menemukan logika yang tidak masuk akal dalam tulisan. Di bawah ini ada sepuluh macam salah nalar yang telah ditemukan dalam karangan mahasiswa tingkat awal.
1.1               Deduksi yang Salah
Salah nalar yang amat lazim ialah simpulan yang salah dalam silogisme yang berpremis salah atau yang berpremis yang tidak memenuhi syarat.
Misalnya: Pengiriman manusia ke bulan hanya penghamburan. ( Premisnya: Semua eksperimen ke angkasa luar hanya penghamburan).
1.2              Generalisasi yang Terlalu Luas
Salah nalar ini disebut juga induksi yang salah karena jumlah percontohnya yang terbatas tidak mamadai. Harus dicatat bahwa kadang-kadang percontoh yang terbatas mengizinkan generalisasi yang sahih.
Misalnya : Orang Indonesia malas tetapi ramah. (Orang Indonesia ada   yang malas dan ada juga yang tidak ramah).  


1.3           Pemikiran ‘atau ini, atau itu’
Salah nalar ini berpangkal pada keinginan pada keinginan untuk masalah yang rumit dari dua sudut pandang (yang bertentangan) saja. Isi pernyataan itu jika tidak baik, tentu buruk; jika tidak betul, tentu salah: jika tidak putih, tentu hitam.
Misalnya : Petani harus bersekolah supaya terampil. (Apakah untuk   menjadi terampil kita selalu harus bersekolah?)
1.4        Salah Nilai atas Penyebaban
Generalisasi induktif sering disusun berdasarkan pengamatan sebab dan akibat, tetapi kita kadang-kadang tidak menilai dengan tepat sebab suatu peristiwa atau hasil kejadian. Khususnya dalam hal yang menyangkut manusia, penentuan sebab dan akibat sulit sifatnya. Salah nilai atas penyebab yang lazim terjadi ialah salah nalar yang disebut post hoc, ergo propter hoc ‘sesudah itu, maka karena itu’.
Misalnya : Swie King jadi juara karena doa kita. (Lawan Swie King tentu   juga didoakan para pendukungnya).





1.5     Analogi yang Salah
Analogi adalah usaha perbandingan dan merupakan upaya yang berguna untuk mengembangkan penalaran. Namun, analogi tidak membuktikan apa-apa dan analogi yang salah dapat menyesatkan karena logikanya salah.
Misalnya : Rektor harus memimpin universitas seperti jenderal memimpin divisi. (Universitas itu bukan tentara dengan disiplin tentara).
1.6     Penyimpangan Masalah
Salah nalar di sini terjadi jika argumentasi tidak mengenai pokok, atau jika kita menukar pokok masalah dengan pokok yang lain, ataupun jika kita menyeleweng dari garis.
Misalnya : Program Keluarga Berencana tidak perlu karena tanah di Kalimantan masih kosong (Manusia tidak bisa hidup dengan hanya memiliki tanah).
1.7 Pembenaran Masalah Lewat Pokok Sampingan
Salah nalar di sini muncul jika argumentasi menggunakan pokok yang tidak langsung berkaitan, atau yang remeh, untuk membenarkan pendiriannya. Misalnya, orang merasa kesalahannya dapat dibenarkan karena lawannya juga berbuat salah.
Misalnya : Saya boleh berkorupsi karena orang lain berkorupsi juga. (Korupsi dihalalkan karena banyaknya korupsi dimana-mana).
1.8 Argumentasi ad hominem
Salah nalar terjadi jika kita dalam argumentasi melawan orangnya dan bukan persoalannya. Khususnya di bidang politik, argumentasi jenis ini banyak dipakai.
Misalnya: Ia tidak mungkin pemimpin yang baik karena kekayaannya berlimpah. (Yang dipersoalkan bukan kepemimpinannya)
1.9 Imbauan pada Keahlian yang Disangsikan
Dalam pembahasan masalah, orang sering mengandalkan wibawa kalangan ahli untuk memperkuat argumentasinya. Mengutip pendapat seorang ahli sangat berguna walaupun kutipan itu tidak dapat membuktikan secara mutlak kebenaran pokok masalah. Misalnya : kita mengutip pendapat bintang film tentang pengembangan demokrasi.
1.10      Non Sequitur
Dalam argumentasi, salah nalar ini mengambil simpulan berdasarkan premis yang tidak, atau hampir tidak, ada sangkut pautnya.
Misalnya : Partai Rakyat Madani paling banyak cendekiawannya; karena itu usul-usulnya paling bermutu. (Tidak ada korelasi antara kecendekiaan dan kepandaian merumuskan usul).
2.            BANGUN KARANGAN
Suatu karangan yang baik, apalagi yang bersifat ilmiah, memiliki bentuk yang baku. Ada ragangan yang dianut secara umum dan paragraf-paragraf pada tulisan pun bukannya tanpa bentuk atau aturan.
2.1   Ragangan (outline)
Peragangan adalah proses penggolongan dan penataan berbagai fakta, yang kadang-kadang berbeda jenis dan sifatnya, menjadi kesatuan yang berpautan. Tulisan yang menjadi hasilnya dapat disebut laporan, makalah, arikel, skripsi, tesis, atau disertasi. Tata susunan itu tidak terbatas pada karangan dalam arti umumnya saja. Paragraf dan kalimat pun harus disusun secara cermat sehingga proses penalaran dapat dipahami dengan lancer. Susunan karangan umumnya terdiri atas (1) pembuka atau pengantar, (2) penutup, dan (3) sejumlah gagasan pokok atau pokok inti di antara kedua bagian itu. dan (3) sejumlah gagasan pokok atau pokok inti di antara kedua bagian itu. Rangkaian gagasan pokok itulah yang mewujudkan struktur karangan (ragangan buram) lewat penataan dan pengembangan oleh penulis.
Metode penyusunan yang banyak dipakai dalam tulisan paparan atau bahasan ialah memperinci topik karangan atas sejumlah pokok inti. Topik itu mengungkapkan masalah pokok yang harus dibahas dalam makalah atau uraian. (Kata topic biasanya diterapkan pada karangan yang (agak) singkat. Untuk buku, masalah pokoknya disebut subjek. Topic harus dibedakan dari judul. Judul karangan itu penting karena harus mampu menarik perhatian pembaca, tatapi judul bukanlah dasar yang baik untuk menyusun karangan. Acapkali judul baru dipikirkan setelah karangan selesai disusun. Jadi, yang pertama-tama harus diusahakan dalam penulisan karangan ialah topik yang tegas dan bukan judul yang menarik. Penulis karangan harus mulai dengan topik yang cakupannya terbatas, yang mudah dapat dipahami, jika ia bermaksud agar susunan pokok pembicaraannya jadi jelas bagi pembacanya.
Pembuka dan penutup merupakan bagian susunan karangan karena keduanya menyangkut struktur atau tatanannya. Namun, pembukaan dan penutup tidak harus sama panjangnya dengan batang tubuh karangan dan bobotnya pun tidak harus sama berat. Pembuka yang efektif bertujuan mengantar pembaca dengan langsung ke tengah-tengah persoalan dengan menjelaskan topik karangan. Jadi, kuncinya ada pada isi topik. Pembuka harus dapat membangkitkan minat sehingga pembaca ingin membaca lanjutannya.


3. SIMPULAN DAN SARAN
Belajar menulis dan mengarang dalam BITA (Bahasa Indonesia Tujuan Akademis) merupakan kemahiran produktif yang kurang berkembang. Komunikasi lisan dalam BITA terabaikan karena dianggap kemahiran yang paling sedikit dibutuhkan. Padahal, kefasihan berbicara sangat penting tentang pengusaan bahasa per orang. Mengarang dalam BITA juga dianggap kebutuhan yang paling penting tetapi justru jarang dilatihkan.
Di dalam karangan paparan dan persuasi, peranan logika sangat penting. Logika artinya bernalar; penalaran (reasoning) adalah proses mengambil simpulan (conclusion, inference) dari bahan bukti atau petunjuk (evidence), atau yang dianggap bahan bukti atau petunjuk. Secara umum ada dua jalan untuk mengambil simpulan: lewat induksi dan lewat deduksi. Deduksi dan induksi berkaitan dengan logika atau penalaran. Salah nalar (fallacy) ialah gagasan, perkiraan atau simpulan yang keliru atau sesat. Pada salah nalar kita tidak mengikuti tata cara pemikiran dengan tepat. Telaah atas kesalahan itu membantu kita menemukan logika yang tidak masuk akal dalam tulisan atau karangan. Mahasiswa perlu memahami aspek yang terkandung dalam penalaran sebelum membuat sebuah karangan agar terhindar dari salah nalar. Perlu dilakukan penelitian lebuh lanjut mengenai aspek kesalahan penalaran dalam karangan mahasiswa agar salah nalar minimal dapat dihindari. 

1.  MUHAMAD AKBAR  (12109860)                                                  
2.  SESVI OCKTA MARINA (15109611)
3. TRI DHARMAWAN (11109409 )