Pengertian Kepemimpinan Demokratis dan Otokratis (Otodidak)

Sabtu, 14 Mei 2011
5. Apa yang dimaksud dengan Kepemimpinan Demokratis dan Otokratis (Otodidak)

Kepemimpinan Demokratis:
adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak  nformasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya. 
Ciri-ciri gaya kepemimpinan demokratis:
1. Semua kebijaksanaan terjadi pada kelompok diskusi dan keputusan  
    diambil dengan dorongan dan bantuan dari pemimpin.
2. Kegiatan-kegiatan didiskusikan, langkah-langkah umum untuk tujuan 
    kelompok dibuat, dan jika dibutuhkan petunjuk-petunjuk teknis 
    pemimpin menyarankan dua atau lebih alternatif prosedur yang dapat    
    dipilih.
3. Para anggota bebas bekerja dengan siapa saja yang mereka pilih dan 
    pembagian tugas ditentukan oleh kelompok.

Kepemimpinan  Otokratis (Otodidak):
merupakan kepemimpinan nyang dilakukan oleh seorang pemimpin dengan perilaku otoriter. Pemimpin otoriter (diktator) dalam praktik memimpin ia mengutamakan kekuasaan (power) . Seorang pemimpin bertipe otokratis menganggap dirinya adalah segala-galanya (people centered) Egonya kokoh menyatakan bahwa dirinya adalah pusat kekuasaan dan kewenangan sehingga ia berhak menjadikan anak buah sesuai dengan kehendaknya.

Pemimpin jenis otokratis biasanya sangat perhatian terhadap efisiensi dan efektivitas kerja, tapi sayang meninggalkan perhatian pada peran anak buah dalam satu kesatuan gerak guna keberhasilan kepemimpinannya. Bagaimana tipe perilaku atau ciri pemimpin otokratis ? Untuk menggambarkan hal itu, maka tipe kepemimpinan otokratis dapat ditelusuri dari perilaku yang merinci ciri-ciri tipe pemimpin yang mempraktekkan kepemimpinan perilaku otokratis. Pemimpin otokratis dalam memimpin para pengikut menempatkan dirinya sebagai pusat kekuasaan. Perilaku memimpin akan menampakkan ciri kepemimpinannya antara lain :
  1.  Memegang kewenangan mutlak (bersikap adigang, adigung dan adiguna).
  2.  Kuasa dipusatkan pada diri pemimpin (aji mumpung).
  3.  Merumuskan sendiri ide, rencana dan tujuan.
  4.  Memilih kebijakan sendiri.
  5.  Menetapkan keputusan sendiri.

1 comment:

SegalaAda.com mengatakan...

thanks ka...
mudah2an manfaat, aamiin

Posting Komentar

COMMENT