Perilaku Keorganisasian

Minggu, 27 Maret 2011


  1. Apakah Organisasi  itu?
            dimulai dari definisi dari Organisasi. Organisasi  merupakan
 suatu unit social yang dikoordinasikan secara sengaja, yang terdiri
 dari dua orang atau lebih yang berfungsi  pada basis yang relative
 berkesinambungan  untuk mencapai tujuan atau serangkaian tujuan.
            Dari sini dapat dikatakan atau ditunjukkan bahwa organisasi 
memiliki unsur-unsur. Unsur-unsur tersebut adalah sebagai berikut:
1). Sistem.
Bahwa organisasi adalah kumpulan dari sub-sub system.
2). Pola Aktivitas
Bahwa didalamnya ada aktivitas-aktivitas yang dilakukan orang
 yang dilaksanakan secara relative teratur dan cenderung berulang.
3). Sekelompok Orang.
Organisasi adalah kumpulan orang-orang.
4). Tujuan.
            Setiap organisasi didirikan adalah untuk mencapai suatu tujuan.
Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen mendefinisikan
 organisasi sebagaikumpulan orang yang mengadakan
 pembagian pekerjaan yang dikoordinasikan untuk mencapaitujuan
 bersama. Dalam pengertian ini mengandung unsur-unsur sebagai
 berikut:
1). Tujuan yang disepakati oleh anggota-anggota organisasi. 
Tujuan ini menjadi “jiwa”
organisasi.
2). Proses yang mengubah masukan/sumber daya yang dimiliki
 menjadi keluaran/hasil sebagaimana diinginkan.
3). Pembagian pekerjaan di antara anggota. Termasuk di sini adalah
 pembagian tugas dan wewenang secara horizontal maupun vertical.
4). Kerjasama dan koordinasi supaya pembagian pekerjaan menjadi
 efektif dan efisien.
           Kehidupan manusia di dunia tidak dapat terlepas dari organisasi.
 Setiap hari kitaberhubungan dan terlibat dengan organisasi dan
  hidup kita dipengaruhi dan mempengaruhiorganisasi dalam derajat
 yang berbeda-beda. Secara sadar kita terlibat dalam organisasi
 sebagaisiswa, karyawan, anggota gereja, warga negara dll. 
Organisasi dapat didefinisikan sebagai suatu kelompok individu yang 
bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama. Definisi yang
 lain menyatakan organisasi sebagai kesatuan yang memungkinkan
 masyarakat mencapai suatu tujuan yang tidak dapat dicapai individu
 secara perorangan. Dari dua definisi di atas dapat disimpulkan bahwa
 organisasi dibentuk ‘by design’ untuk melayani kebutuhan manusia
 yang tidak dapat dicapai secara individu. Organisasi lebih dari
 sekedar alat untuk menyediakan barang dan jasa tetapi juga menyediakan
 lingkungan di mana sebagian besar dari kita menghabiskan kehidupan.


2. Pengertian Perilaku Keorganisasian

A.  Indriyo Gito Sudarmo dan Nyoman Sudita (1997) Bidang ilmu yang
 mempelajari tentang interaksi manusia dalam organisasi yang
 meliputi studi secara sistematis tentang perilaku struktur dan proses
 dalam organisasi.

B. Keith Davis dan John Newstrom (1985) Telaah dan aplikasi
 pengetahuan tentang bagaimana orang-orang bertindak di dalam
 organisasi.

C. Gibson dan kawan-kawan (1996) Bidang studi yang
 mencangkup teori, metode dan prinsip-prinsip dari berbagai 
disiplin guna mempelajari persepsi individu, nilai-nilai, dan
 tindakan-tindakan saat bekerja dalam kelompok dan dalam
 organisasi secara keseluruhan, menganalisa akibat lingkungan
 eksternal terhadaporganisasi studinya, misi dna sasaran serta strategi.

D. Stephen P.Robins (2001
Bidang yang menyelidiki pengaruh yang ditimbulkan oleh individu,
kelompok dan struktur terhadap perilaku (manusia) di dalam
organisasi dengan tujuan menerapkan pengetahuan yang dapat
untuk meningkatkan efektivitas organisasi. Kesimpulannya yang 
dapat diambil dari uraian adalah bahwa perilaku keorganisasian 
adalah suatu studi tentang apa yang dikerjakan oleh orang-orang
dalam organisasi dan bagaimana perilaku orang-orang tersebut dapat
mempengaruhi kinerja organisasi dengan bahan kajiannya adalah sikap 
manusia terhadap pekerjaan, terhadap rekan kerja, imbalan , kerjasama 
dan yang lainnya.

E. Fred Luthan Menurut Fred Luthan, Perilaku organisasi didefinisikan
 sebagai Studi dan aplikasi dari pengetahuan tentang bagaimana
 orang, individu dan kelompok bertindak dalam organisasi.
 “Organizational Behavior (OB) is the study and application of knowledge
 about how people, individuals, and groups act in organizations” 
Ia menafsirkan hubungan manusia dan organisasi dalam bentuk
 keseluruhan dari seorang manusia, Selurh kelompok, dan seluruh
 organisasi dan seluruh sistim sosial
(system approach). Sikap organisasi sangat penting bagi manajemen
 sumber daya manusia, karena sikap ini akan mempengaruhi
 perilaku –perilaku organisasi. Sikap –sikap yang berkaitan dengan
 kepuasan kerja dan memfokuskan pada sikap karyawan
terhadap keseluruhan (Luthan, 1985).

F.Mathis-John H. Jackson, Perilaku organisasi adalah bagaimana
 anggota organisasi yakin dan menerima tujuan organisasional,
 serta berkeinginan untuk tinggal bersama atau meninggalkan
 perusahaan yang tercermin dalam tindak tanduk dalam organisasi tersebut.

G. Griffin dan kawan-kawan, Perilaku organisasi (organisational behavior)
 adalah sejauh mana seseorang individu mengenal dan terikat pada 
organisasinya. Seseorang individu yang memiliki komitmen tinggi
 kemungkinan akan melihat dirinya sebagai anggota sejati organisasi.

H. Allen dan Meyer, Ada tiga Dimensi komitment perilaku organisasi adalah :
1.Komitmen efektif (effective comitment): Keterikatan emosional
 karyawan, danketerlibatan dalam organisasi,
2.Komitmen berkelanjutan (continuence commitment): Komitmen 
berdasarkan kerugian yang berhubungan dengan keluarnya karyawan
 dari organisasi. Hal ini mungkin karena kehilangan senioritas atas promosi
 atau benefit,
3.Komitmen normatif (normative commiment): Perasaan wajib untuk
 tetap berada dalam organisasi karena memang harus begitu; tindakan 
tersebut merupakan hal benar yang harus dilakukan.
I. Schermerhorn Jr., Hunt, & Osborn, 2008,.
4. Perilaku Oganisasi adalah ilmu tentang individu dan kelompok dalam
 suatu organisasi. “Organizational behavior is the study of individuals
 and groups in organizations”



0 comment:

Posting Komentar

COMMENT